Aisyah, Keutamaannya dan Keluasan Ilmunya

1919019l.jpgBeliau, Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq,atau juga biasa dipanggil
dengan al-Shiddiqiyah yang dinisbatkan kepada al-Shiddiq yaitu orang
tuanya sendiri Abu Bakar, kekasih Rasulullah Shalallahu alaihi
wassalam.Seorang wanita mulia dan istimewa dimana sebagian dari ilmu
agama kita ini diambil darinya.Begitu banyak keutamaan dan kemuliaan
yang dimilikinya , semoga Allah meridhainya dan mengumpulkannya
dengan kekasihnya yang paling dicintainya yaitu Nabi kita Muhammad
Shalallahu alaihi wassalam.
Semoga setelah membaca kisah ini hati kita akan tersentuh dan
semakin menambah rasa cinta kita kepada istri-istri Beliau .Beberapa
keutamaannya tidak dapat dihitung dengan jari sehingga hanya
sebagian kecil yang dapat dipaparkan disini, diantarnya adalah
sebagai berikut:
1.Kecintaan Rasulullah kepadanya melebihi kecintaannya kepada
istri-istri beliau yang lainnya yang semuanya ada 9 orang. Pada
suatu ketika Rasulullah ditanya, “Siapakah orang yang paling enkau
cintai ?” maka beliau menjawab, “Aisyah” Hal ini didasarkan kepada
hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Amr bin ‘Ash,
dimana dia datang kepada Nabi seraya bertanya,”Wahai Rasulullah,
siapakah orang yang paling engkau cintai?” beliau menjawab,”Aisyah”
kemudian Amr bin Ash bertanya, “”Siapakah orang lelaki yang paling
engkau cintai?”beliau menjawab,”Bapaknya (Abu Bakar)”Dia bertanya,
“Kemudian siapa lagi?” beliau menjawab,”Umar”, yakni Ibnu Al
Khaththab, semoga Allah meredhai semuanya.
2.Malaikat menyampaikan salam untuknya bukan hanya sekali.
Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan
Imam Bukhari dan Muslim darinya (Aisyah), dimana Rasulullah telah
bersabda, “Sesungguhnya Jibril telah mengucapkan salam untukmu”,
maka aku menjawab,”Alaihis as-Salam”
3. Allah telah menurunkan ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan
pembebasan dirinya dari tuduhan dusta sebanyak sepuluh ayat dalam
surat An-Nuur, dimana didalamnya Aallah menjelaskan bahwa laki-laki
yang baik adalah untuk wanita yang baik, dan beliau tergolong wanita
yang baik, membebaskan mereka dari tuduhan orang-orang yang
menyebarkan tuduhan dusta itu, dan memberi kabar gembira bahwa bagi
mereka surga, sebagaimana Aallah berfirman,..”dan wanita-wanita yang
baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik
adalah untuk wanita-wanita yang baik pula. Mereka (yang dituduh) itu
bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi
mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) ” An-Nuur:26.
4.Pada saat Rasulullah sakit, beliau minta untuk tinggal dikamarnya
(aisyah), sehingga dia dapat mengurusnya sampai Aallah memanggil ke
hadirat-Nya (wafat). Karena itulah, maka Rasulullah meninggal
dirumah Aaisyah, dimana beliau meninggal dalam pangkuan dan
dekapannya. Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan darinya
(Aisyah), dia berkata:” Allah mewafatkan Rasulullah dimana kepala
beliau berada diantara paru-paruku dan bagian atas dadaku, sehingga
air liur beliau bercampur dengan air liurku” Bagaimana hal itu bisa
terjadi, Abdurrahman saudara laki-laki Aisyah masuk ke rumah mereka,
dimana ketika itu dia membawa siwak (alat penggosok gigi), lalu
Rasulullah melihatnya. Aisyah memahaminya bahwa beliau ingin
bersiwak, dan dia mengambil siwak dari Abdurrahman dan
melembutkannya, lalu Rasulullah bersiwak dengannya.setelah
Rasulullah meninggal, maka siwak itu dipakai Aisyah. Inilah
pengertian yang dimaksud dengan “air liur beliau bercampur dengan
air liurku”
5. Berdasarkan sabda Rasulullah,”Keutamaan Aisyah ataas wanita yang
lainnya bagaikan keutamaan tsarid(roti yang dibubuhkan dan
dimasukkan kedalam kuah) atas makanan-makan yang lainnya”
Berkenaan dengan keluasan dan keunggulan ilmunya, tidak ada seorang
ulamapun yang mengingkarinya.Banyak kesaksian dan pengakuan yang
dikemukakan para ulama berkenaan dengan kredibilitas keilmuwan
Aisyah. Hal ini menunjukkan betapa luas dan mumpuninya ilmu yang
dimilikinya. Dibawah kesaksian empat pakar ilmu pengetahuan dari
kalangan ulama terdahulu:
1. Kesaksian putra saudara perempuannya (keponakannya) Urwah bin
Zubeir tentang kredibilitas dan keunggulan ilmu yang dimiliki oleh
Aisyah, sebagaimana yang diriwayatkan putranya Hisyam,”Aku tidak
pernah melihat seseorang yang lebih pintar dalam ilmu fiqh (agama),
kedokteran dan syair selain Aisyah.
2. Kesaksian Az-Zuhri yang juga berkenaan dengan kredibilitas dan
keunggulan ilmu yang dimili Aisyah, seraya berkata,”seandainya
diperbandingkan antara ilmu Aisyah denan ilmu seluruh istri Nabi dan
ilmu seluruh wanita, niscaya ilmu Aisyah jauh lebih unggul.”
3. Kkesaksian Masruq berkenaan dengan ilmu yang dimiliki Aaisyah
yang berkenaan dengan masalah faraidh, sebagaimana yang terungkap
dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Abu Darda darinya seraya
berkata, “Aku melihat para syeikh dari kalangan sahabat Rasulullah
bertanya kepada Aisyah tentang faraidh (ilmu waris)
4. Kesaksian Atha’ bin Rabah, dimana ketika Allah berfirman, maka
Aisyah merupakan orang yang paling faham, paling mengetahui dan
paling bagus pendapatnya dibandingkan dengan yang lainnya secara
umum.
5. Kesaksian Zubeir bin Awwam, dimana dia berkata sebagaimana hal
ini telah diriwayatkan putranya Urwah, “Aku tidak pernah melihat
seseorang yang lebih pintar tentang Al-Qur’an , hal-hal yang
difardhukan, halal dan haram, syair, cerita Arab dan nasab (silsilah
keturunaan) selain Aisyah.
Dengan mengemukakan lima kesakssian yang dipaparkan oleh para ulama
besar dari kalangan sahabat dan tabi’in cukuplah sebagai bukti yang
menunjukkan kredibilitas dan keunggulan ilmu yang dimiliki oleh
Aisyah dibandingkan dengan ilmu yang dimiliki oleh para Sahabat
Rasulullah dan para tabi’in lainnya.
Aisyah meninggal pada bulan Ramadhan yang agung tepat pada tanggal
17 Ramadhan, pada usia 66 tahun. Dan, dimakamkan di Al-Baqi’ kawasan
pemakaman yang terletak di kota Madinah. Hal ini sesuai dengan
wasiatnya, dimana beliau berwasiat agar dimakamkan di temnpat
pemakaman istri-istri Rasulullah. Semoga Allah meridhainya .

(Disadur dari: http://www.jilbab.or.id – Ditulis oleh: Ummu Raihanah – Sumber: Ilmu dan Ulama Pelita Kehidupan Dunia dan Akhirat, Pustaka Azzam)

~ oleh abumochas pada Juli 20, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: